Breaking News

Riwayat singkat Imam Jaafar Ash-Shadiq as

Imam Jaafar Ash-Shadiq as merupakan ahli ilmu agama dan ahli hukum Islam (fiqih). Keilmuannya mencakup esoteris dan juga eksoteris, ilmu Isyarah dan juga ilmu Ibarah, ilmu kalam dan ilmu hadis, sunnah, ilmu alam  dan ilmu-ilmu sejarah.Beliau adalah al-Hakim, orang bijaksana sejati sesuai Alquran, seorang alim yang lengkap yang mengerti bahwa Syariah diterapkan tidak hanya untuk dunia manusia tetapi juga untuk dunia semesta alam.

Imam Jaafar Ash-Shadiq as lahir di Madinah pada tanggal 17 Rabiul Awwal 83 Hijriyah / 20 April 702 Masehi (M). Imam Jaafar Ash-Shadiq as yang juga dikenal dengan julukan Abu Abdillah merupakan anak sulung dari Imam Muhammadal-Baqir as.

Imam Jaafar bergelar Ash Shadiq Karena beliau terkenal dengan kejujuran dalam hadits, ucapan-ucapan dan tindakan-tindakannya. Kedustaan tidak dikenal padanya.
Dia dikenal memiliki sifat kedermawanan dan kemurahan hatinya yang begitu besar. Seakan merupakan cerminan dari tradisi keluarganya, sebagai kebiasaan yang berasal dari keturunan orang-orang dermawan. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW kakeknya adalah orang yang paling murah hati.

Dalam hal kedermawanan ini, ia seakan meneruskan kebiasaan kakeknya, Imam Ali Zainal ‘Abidin as, yaitu bersedekah dengan sembunyi-sembunyi. Pada malam hari yang gelap, ia memanggul sekarung gandum, daging dan membawa uang dirham di atas pundaknya, dan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya dari kalangan orang-orang fakir di Madinah, tanpa diketahui jati dirinya. Ketika beliau telah wafat, mereka merasa kehilangan orang yang selama ini telah memberikan kepada mereka bantuan.
Dengan sifat kedermawanannya pula, ia melarang terjadinya permusuhan. Dia rela menanggung kerugian yang harus dibayarkan kepada pihak yang dirugikan, untuk mewujudkan perdamaian antara kaum Muslimin.

Sejak kecil hingga berusia sembilan belas tahun, beliau dididik langsung oleh ayahnya. Setelah kepergian ayahnya yang syahid pada tahun 114 H, ia menggantikan posisi ayahnya sebagai Imam. Mayoritas ulama yang ia ambil ilmunya berasal dari Madinah. Mereka t adalah ulama-ulama kesohor, tsiqah, memiliki ketinggian dalam amanah dan kejujuran.
Imam Jaafar Ash-Shadiq as menjauhkan diri dari ketegangan politik pada masanya, dan berfokus pada mengajar dan mendidik masyarakat. Pilihan ini merupakan keuntungan besar bagi peradaban Islam. Ada kebijaksanaan dalam strategi ini. Sejarah berhutang budi kepada Imam Jaafar Ash-Shadiq as atas dedikasi beliau bagi pengetahuan dan pengajaran yang menghasilkan tokoh-tokoh besar di bidang fikih, tasawuf, sains dan matematika. Imam Jaafar Ash-Shadiq as meninggal pada tanggal 25 Syawal 148 Hijriyah / 13 Desember 765 M.  Beliau dimakamkan di Pekuburan Baqi’.

Check Also

Pesan Rahbar tentang Myanmar

Bencana di Myanmar menandai kematian Hadiah Nobel Perdamaian! Pada awal pelajaran Bahtsul Khorij pagi ini, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *