Tidak ada suatu ketetapan baik dari Allah dan RasulNya bahwa para Sahabat Nabi SAW adalah manusia-manusia yang selalu benar

Mereka Yang Lebih Baik Dari Sahabat Nabi

Mereka Yang Lebih Baik Dari Sahabat Nabi

Judul yang berlebihan? Sepertinya sih, tapi begitulah adanya. Dari dulu kita selalu disuap dengan cerita-cerita, kisah-kisah dan doktrin-doktrin tentang Para Sahabat Nabi SAW. Disuap sedikit demi sedikit dengan diiringi dalil-dalil berupa ayat-ayat dan hadis-hadis. Sampai akhirnya terbentuklah manusia yang tergila-gila dengan sahabat Nabi SAW. Mereka seolah tidak bisa melihat sedikitpun kekurangan para Sahabat, pikiran mereka dipenuhi kecurigaan kepada setiap orang yang berani mengkritik para Sahabat. Tidak jarang dari mereka bahkan menjadikan Sahabat ini sebagai tolak ukur kekafiran. Barang siapa berani mengkritik Sahabat maka diragukan keislamannya.

Sungguh patut disayangkan, Keutamaan para Sahabat tentu tidak bisa dinafikan tetapi sikap Ifrath alias berlebih-lebihan tentu tidaklah benar. Bagaimana mungkin Mereka bisa melupakan bahwa Para Sahabat adalah manusia yang bermacam-macam karakternya?. Atau mengapa mereka tidak memahami kalau para Sahabat Nabi SAW adalah pribadi yang tidak maksum. Tidak ada suatu ketetapan baik dari Allah dan RasulNya bahwa para Sahabat Nabi SAW adalah manusia-manusia yang selalu benar. Mereka para sahabat adalah pribadi-pribadi yang mempelajari Ilmu dari Rasulullah SAW dan apa yang ada pada mereka sesuai dengan yang diusahakan masing-masing Mereka.

Sehingga tidaklah patut diherankan jika diantara mereka para Sahabat terdapat sikap saling kritik-mengkritik terhadap kesalahan yang dibuat oleh sebagian yang lain. Bahkan ada diantara Mereka yang begitu kerasnya mengkritik hingga menggunakan kata-kata kasar. Begitu pula Sejarah telah menjadi saksi nyata bagaimana para Sahabat bisa berpecah-belah. Di antara mereka ada yang entah terpaksa atau tidak terlibat dalam perperangan satu sama lain. Perang tersebut telah begitu banyak memakan korban kaum Muslim.

Menyikapi situasi ini sebagian orang menyatakan bahwa diantara para Sahabat ternyata ada juga orang munafik. Sedangkan Sebagian orang yang tergila-gila pada Sahabat berdalih bahwa perang itu adalah ulah kaum munafik dimana mereka para Sahabat terjebak di dalamnya. Jika dalih itu benar maka tetap saja mereka para Sahabat ternyata bisa dipermainkan oleh kaum Munafik. Bukankah hal ini juga termasuk kekurangan para Sahabat. Dalih apapun tidak bisa memutihkan kembali riwayat hitam yang sudah ada, jadi sikap menerima apa adanya dan bersikap objektif adalah sebuah pilihan yang rasional.

Cukup pembukaannya, saya curiga jika ini diteruskan maka akan ada yang meragukan keislaman saya. Kembali ke judul di atas, itu bukanlah pendapat saya pribadi. Saya hanya mengulang apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW. Sabda Rasulullah SAW itulah yang menjadi inti tulisan ini.

أبو جمعة قال تغدينا مع رسول الله صلى الله عليه و سلم ومعنا أبو عبيدة بن الجراح قال فقال يا رسول الله هل أحد خير منا اسلمنا معك وجاهدنا معك قال نعم قوم يكونون من بعدكم يؤمنون بي ولم يروني

Diriwayatkan dari Abu Jum’ah RA yang berkata “Suatu saat kami pernah makan siang bersama Rasulullah SAW dan ketika itu ada Abu Ubaidah bin Jarrah RA yang berkata “Wahai Rasulullah SAW adakah orang yang lebih baik dari kami? Kami memeluk Islam dan berjihad bersama Engkau. Beliau SAW menjawab “Ya, ada yaitu kaum yang akan datang setelah kalian, yang beriman kepadaKu padahal mereka tidak melihat Aku”.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad juz 4 hal 106 hadis no 17017 tahqiq Syaikh Syu’aib Al Arnauth dimana beliau berkata حديث صحيح hadis ini shahih.

Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid juz 10 hal 52 hadis no 16693 telah membawakan hadis ini dan berkata

رواه أحمد وأبو يعلى والطبراني بأسانيد وأحد أسانيد أحمد رجاله ثقات

Hadis riwayat Ahmad, Abu Ya’la dan Thabrani dengan sanadnya masing-masing dan sanad riwayat Ahmad Perawinya Tsiqat.

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ad Darimi dalam Sunan Ad Darimi juz 2 hal 398 hadis no 2744 dengan sanad yang shahih. Dan diriwayatkan pula oleh Al Hakim dalam kitabnya Mustadrak Ash Shahihain juz 4 hal 85 hadis no 6992 dimana Beliau berkata hadis tersebut shahih dan disepakati oleh Adz Dzahabi dalam Talkhis Al Mustadrak .

Kata-kata Abu Ubaidah bin Jarrah RA adakah orang yang lebih baik dari kami? Itu merujuk pada para Sahabat Nabi. Rasulullah SAW menjawab bahwa ada yang lebih baik yaitu kaum setelah Sahabat yang beriman kepada Rasulullah SAW walaupun mereka tidak melihat Beliau SAW. Jadi Mereka itulah yang dimaksud dalam judul di atas yaitu Mereka Yang Lebih Baik Dari Para Sahabat Nabi.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *