Breaking News

Kecintaan Abu Fadhl abbas pada Al Husain as

Abu Fadhl Abbas, adik dr Imam Hasan as dan Imam Husain as lain ibu, dr kecilnya selalu memanggil kedua Imam Ahlulbait as tersebut dengan panggilan Maula (Pemimpin), namun pada akhir hayatnya menjelang kesyahidan beliau, memanggil Imam Husain as dengan Kakak atas permintaan terakhir Imam Husain as.

Di hari Asyura, Imam Husain as memeluk Abu Fadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib yang telah terbaring.

Pemandangan yang menyedihkan. Tangannya sudah terpisah. Panah menusuk mata kanannya dan darah menghalangi pandangan mata kirinya.

Abbas merasakan kehadiran Imam Husain as melalui suara langkahnya dan berkata;

“Maulaku, mengapa engkau ambil resiko untuk datang ke sini? Kembalilah ke tenda dan temui Sukainah.”

Imam Husain as berkata, “Saudaraku, seluruh hidupmu kau persembahkan untukku dan anak-anakku. Adakah sesuatu yang bisa aku lakukan di akhir hidupmu?”

Abbas menjawab, “Maulaku, aku punya beberapa keinginan. Ketika aku lahir, yang pertama aku lihat adalah wajahmu dan sudah menjadi keinginanku ketika aku wafat pandanganku juga tertuju padamu. Mataku yang satu ditembus oleh panah, dan yang satunya dipenuhi darah. Jika engkau berkenan untuk membersihkan mataku agar aku dapat melihatmu dan terpenuhilah keinginanku.

Keinginanku yang kedua, janganlah bawa tubuhku ini ke kemah. Aku telah berjanji membawa air kepada Sukainah dan karena aku gagal memenuhi keinginannya, aku tidak sanggup memandang wajahnya walaupun aku sudah wafat. Lagipula aku tahu, serangan yang engkau terima sejak pagi hari telah melelahkanmu dan membawa tubuhku ke kemah akan lebih melelahkan bagimu.

Keinginanku yang ketiga, jangan sampai Sukainah datang ke sini dan melihat kondisiku. Aku mengetahui cinta dan kasih sayang yang dia berikan untukku. Pemandangan tubuhku di sini akan membunuhnya.”

Imam as pun membersihkan darah, Abbas memperbaiki pandangannya pada Imam. Imam Husain as memeluk Abbas dan mencium keningnya.

Imam Husain berkata, “Abbasku, aku pun juga memiliki satu permintaan darimu. Sejak kecil engkau selalu memanggilku ‘Maula’ (Pemimpin). Untuk terakhir ini, panggillah aku ‘kakak’ dengan suara beratmu.”

Abbas, dengan suara terbata-bata kemudian berkata, “Kakakku… Kakakku…”

Imam Husain as pun menangis, “Oh Abbas saudaraku, apa yang telah mereka lakukan terhadapmu? Siapa yang ada disisiku sekarang ini?”

Check Also

WASIAT SEDIH FATHIMAH AZ ZAHRA SA.

Ketika hendak memasuki Awal bulan Muharram, Entah kenapa hati ini merasa sedih ketika mengenang Sayyidah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *