Breaking News

Karbala, antara Darah dan Air Mata

Tiap kali penaku hendak menulis tentang Aba Abdillah, tintanya selalu berubah antara darah dan air mata.

Tiap kali kubaca berita Nainawa dan Karbala tinta ceritanya darah dan air mata.

Duka lara tidak akan hilang begitu saja. Dan akupun tidak ingin bisa lepas dari rasa derita ini.

Setiap kali melihat areanya, di bagian tubuh yang seharusnya memanggul bahagia itu, hanya darah dan air mata. Setiap peristiwa akan berakhir, namun aku tak tahu akankah ada waktu yang menyembuhkan luka junjunganku.

Karbala ditulis terang di segala medan pertempuran, mengisi diri dengan api.
Mereka dibunuh karena kebenaran yang dibelanya. Disebut dan dilontarkan kepada mereka kata kata nista dan ejekan tawa.

Kepala mulia itu dibawa dan digelinding di istana para durjana, dan waniita serta anak anak mereka diikat.
Siapa saja yang tertakdir kepadanya sebagai orang Pahlawan Karbala dilempar ke dalam api penjara.
Siapapun bernama hamba Tuhan yang sebenarnya, maka baginya siksa dan kesusahan.
Karena mereka kesatria nan mulia, dikejar dan dilukai. Sebagian syahid di sana sebagian diganjar borgol dan penjara.
Namun nama “Para kesatria Karbala” yang melekat, bersama dan menghidupi, mengisi jiwa dengan cahaya yang berdenyut di urat nadi, abadi selama lamanya.

Setiap kali penaku menulis tentang Karbala, tintanya berubah darah dan air mata.
Setiap kali aku mengingat Karbala, bagaimanakah aku harus menjawab nestapa mereka?
اللهم صل على محمد وآل محمد

Check Also

WASIAT SEDIH FATHIMAH AZ ZAHRA SA.

Ketika hendak memasuki Awal bulan Muharram, Entah kenapa hati ini merasa sedih ketika mengenang Sayyidah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *