Syahadah dan Mutiara Hikmah Imam Musa Al Kazhim as

Mengiringi jelang syahadah Imam Imam Musa Al-Kazhim as, beliau menyampaikan banyak mutiara hikmah kepada anak-anaknya;

“Wahai anakku, hendaknya engkau yakin bahwa Allah melihatmu ketika hendak bermaksiat sehingga dapat mencegahmu melakukannya. Hendaknya engkau yakin bahwa Allah mencarimu dalam ketaatan yang Ia memerintahkannya dan hendaknya engkau berusaha dengan sungguh-sungguh.

“Janganlah engkau mengeluarkan dirimu dengan bermalas-malasan dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah, karena sesungguhnya Allah tidak disembah melainkan harus dengan sebenar-benar ibadah kepada-Nya.

“Hendaknya engkau menjauhi senda gurau karena sesungguhnya senda gurau dapat menghilangkan cahaya imanmu dan merendahkan kepribadianmu.

“Hindarilah kecemasan dan jauhilah kemalasan karena keduanya dapat menghalangi kebahagiaanmu di dunia dan akhirat.

“Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah kebenaran karena ia dapat mencelakakanmu, tetapi sesungguhnya ia pun dapat menyelamatkanmu.

“Bertakwalah kepada Allah dan tolaklah kebatilan karena ia dapat menyelamatkanmu namun sesungguhnya ia pun dapat mencelakakanmu.

“Gembirakanlah diri kalian dengan kenikmatan dunia yang halal yang kalian sukai. Janganlah kalian merobek penjagaan diri dan melampaui batas. Mintalah pertolongan dengan itu dalam urusan agama karena sesungguhnya ada hadis berbunyi: bukan golongan kami orang yang meninggalkan dunia karena agamanya atau meninggalkan agama karena dunianya.

“Perdalamlah ilmu fiqih dalam agama karena sesungguhnya ilmu fiqih merupakan kunci pembuka penglihatan batin, penyempurna ibadah, penyebab menuju kedudukan mulia serta merupakan tingkatan tinggi dalam agama dan dunia. Keutamaan ahli fiqih dari ahli ibadah bagaikan keutamaan matahari atas bintang-bintang. Barangsiapa yang tidak mendalami ilmu fiqih dalam agamanya maka Allah tidak meridhai amalannya.”

Imam Musa Al-Kazhim as berkata;

“Sarana paling baik yang dapat digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah shalat, berbakti kepada kedua orang tua, meninggalkan sifat dengki, sombong dan bangga diri”.

Imam Musa Al-Kazhim as berkata;

“Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa”.

Imam Musa Al-Kazhim as berkata;

“Seorang mukmin bak dua sayap timbangan, ketika imannya bertambah, maka bala`nya pun akan bertambah”.

Imam Musa Al-Kazhim as berkata;

“Jika engkau merenungkan ciptaan (yang ada di dunia ini), niscaya engkau akan melihat nasihat di dalamnya bagimu”.

Imam Musa Al-Kazhim as berkata;

“Barang siapa yang tidak pernah merasakan kesulitan, maka ia tidak akan pernah memahami nilai kebajikan orang lain”.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *