Breaking News
Hari Internasional al-Quds di Semarang diikuti oleh ribuan orang yang cinta kemerdekaan
Hari Internasional al-Quds di Semarang diikuti oleh ribuan orang yang cinta kemerdekaan

Hari Internasional al-Quds di Semarang diikuti oleh ribuan Orang Anti Penindasan

Syiah Nusantara, Semarang – Senantiasa mengulang di setiap tahun, tepatnya setiap jumat terakhir bulan ramadhan. Ribuan orang kembali akan memenuhi jalan tepat di masjid Simpang Lima Kota Semarang dalam rangka demonstrasi Hari Internasional Al-Quds pada Jumat, 1 Juli 2016, untuk mendukung pembebasan Palestina dari pendudukan, penjajahan dan penindasan Israel; sebuah rezim zionis yang menduduki tanah Palestina dengan klaim mengambil tanah yang dijanjikan Tuhan kepada bani Israel.

Demo ini diawali dengan orasi-orasi yang menyeru “Mampus Israel!”, “Mampus Amerika!”, dan “Mampus Saudi!” yang di lakukan di depan Masjid Jami’ Simpang Lima kota Semarang, berlanjut dengan aksi jalan kaki dari simpang lima menuju gedung Walikota Semarang yang berdampingan dengan Gedung DPRD Tk.1. Kota Semarang.

Salah satu Anggota Dewan Syura’ Syed Ahmad Baragbah dalam orasinya mengatakan, “Kehadiran Takfiri Wahabi Salafi di bumi Suriah dan Invasi Saudi di Yaman sengaja dibuat agar bangsa-bangsa dunia yang cinta damai teralihkan perhatiannya terhadap Penindasan Rezim Israel yang tengah gencar melakukan pendudukan dan pembangunan pemukiman di tanah yang tidak sah hasil penindasan kepada bangsa Palestina.”

Seperti yang dunia telah ketahui, di Tepi Barat dan Yerusalem, rezim Zionis terus membangun pemukiman ilegal, merampas tanah orang Palestina, menghancurkan rumah-rumah mereka, dan membatasi akses mereka dari kebutuhan sehari-hari seperti air bersih dan layanan kesehatan. Padahal, Jalur Gaza tetap masih dalam blokade ilegal oleh rezim Zionis di satu sisi dan junta militer Mesir di sisi lain. Blokade memperburuk kondisi Gaza pasca agresi Israel.

Menurut catatan United Nations Relief and Works Agency for Palestinian Refugees in the Near East (UNRWA), angka pengangguran di Gaza mencapai 60%, terparah di dunia. Sekitar 80% penduduk bergantung kepada bantuan luar untuk bertahan hidup.

Ironisnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan apa yang disebut “komunitas internasional” tak bisa berbuat apa pun untuk menjamin terpenuhinya hak-hak asasi manusia bangsa Palestina. “Proses perdamaian” yang selama ini dibicarakan hanya berputar-putar pada proses. Lebih jauh “proses perdamaian” dengan “solusi dua negara” itu justru mengingkari hak-hak bangsa Palestina: hak untuk menentukan nasib sendiri, hak untuk pulang, dan hak untuk melawan.

Hari Internasional al-Quds yang jatuh pada Jumat terakhir bulan suci Ramadhan adalah hari ketika orang-orang yang mencintai keadilan dan perdamaian akan bersatu menentang Israel dan mendukung bangsa-bangsa tertindas di mana pun, terutama di Palestina. Hari al-Quds menjadi hari bagi siapa pun pecinta keadilan, terlepas dari latar belakang agama dan politik.

Dalam proses demonstrasi protes ini, berlangsung sejak pukul 14.00 wib di depan Masjid Jami’ Simpang Lima dan diakhiri dengan orasi pada pukul 16.00 dari berbagai tokoh di depan Gedung Walikota dan DPPD Tk.1 Kota Semarang.

Check Also

SYI’AH DAN SUNNI DI INDONESIA : Sebuah Tinjauan Sejarah

Berikut ini adalah sebuah Tinjauan Sejarah yang disampaikan oleh oleh orang yang ahli di bidangnya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *