Breaking News

Hadist Imam Ja’far Ash-Shadiq as

Dalam mengenang syahadah beliau Imam Ja’far As-Shodiq as pada tanggal 25 syawal 1438 H, kami cantumkan beberapa riwayat hadist dari beliau.

  • Asal dari Kekufuran adalah Rasa DengkiImam Ja’far As-Shodiq as berpesan                                                 ,إِيَّاكُمْ أَنْ يَحْسُدَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، فَإِنَّ الْكُفْرَ أَصْلُهُ الْحَسَدُ“Hati-hati kalian jangan saling mendengki antara satu dengan yang lain. Karena sesungguhnya kekufuran itu asalnya adalah rasa dengki.” (Sumber Al-Kafi)

 

  • Nasehat Imam Ja’far Shadiq as”Barangsiapa bingung bukan karena memikirkan pelepasan dari azab Allah, maka ia telah menyepelekan sesuatu yang agung dan mencari sesuatu yang tidak ada harganya””barangsiapa yang menipu saudaranya, meremehkannya dan memusuhinya, maka Allah akan menjadikan neraka sebagai tempatnya””Barangsiapa yang menghasut terhadap mukmin yang lain maka imannya akan hilang dari hatinya, laksana garam yang diletakkan di air” (Disadur dari 560Hadist 14 Manusia suci)

 

  • Imam ja`far bin muhammad ash shodiq as berkata :“Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?”Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.

 

  • Awali pagi dengan Sedekah

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata: “Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah.Tidak ada  seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadits ke 3)

 

  • Berbagi rasa Persaudaraan

Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata: “Sesungguhnya di antara yang sangat ditekankan oleh Allah terhadap hamba-Nya dalam kewajiban adalah tiga hal: Sikap adil seorang mukmin terhadap dirinya sehingga ia tidak meridhai saudaranya kecuali apa yang ia ridhai untuk dirinya, berbagi rasa persaudaraan dalam hartanya, mengingat Allah dalam segala keadaan, tidak hanya bertasbih dan bertahmid kepada Allah tetapi juga menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah.” (Al-Wasail 6: 298, hadits ke 1)

(Riwayat dari berbagai sumber)

 

 

Check Also

Tangisan Isa as di Tanah Karbala

Pada hari Asyura, bukan saja umat islam yang berziarah ke Karbala, namun juga terdapat sekelompok …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *