Breaking News

Apa Falsafah Meletakkan Mushaf Al-Quran di kepala ?

Salah satu keistimewaan bulan ramdhan adalah malam-malam lailatul qadar dan bulan dimana al-Qur’an diturunkan. Muslimin meyakini membacanya akan mendapat pahala yang besar dan berlipat ganda. Termasuk muslim syiah, mereka juga meyakini hal tersebut dan ramai-ramai menghidupkan malam-malam lailatul qadar serta menjunjung tinggi al-Qur’an.

Salah satu ritual muslim syiah di malam-malam lailatul qadar adalah bertawasul dengan al-Qur’an dan mengangkat mushaf al-Qur’an dan meletakkannya di atas kepala. apa maksudnya ini? hal yang sekilas tampak aneh dan tidak umum dikalangan mayoritas ini menjadi bahan menarik bagi para pembemci syiah. dengan menduga-duga dan berasumsi yang sebenarnya lebih aneh dan tidak logis.

Asumsi aneh tanpa dasar dan cenderung menebar kebencian ini diantaranya berbunyi :

lppimakasar.com misalnya, dengan menyertakan gambar jamaah muslim syiah mengangkat al-Qur’an, disebutkan “gambar di bawah ini adalah bentuk ritual Syiah pada malam yang diyakini oleh mereka sebagai malam Lailatul Qadr, mereka menaruh Al-Qur’an di atas kepala-kepala mereka. Apakah ini bentuk penghormatan kepada Al-Qur’an?, menurut kami ini justru melecehkan Al-Qur’an, Al-Qur’an jika ingin dimuliakan haruslah dibaca, dikaji dan diikuti petunjukknya”.

Situs lain meragukan dengan meyebutkan :

Puluhan makmumnya meletakkan Al-Quran di kepala mereka. Entah apa maksudnya. Laman Nahimunkar mengatakan bahawa “Bolehkah anda semua memberitahu kami, dari mana datangnya perintah kepada orang-orang Syiah sehingga mereka melakukan yang seperti ini?, Pernahkah ulama-ulama Islam dari zaman wafatnya Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam hingga hari ini ada yang menyuruh kepada ummat Islam untuk melalukan yang seperti ini?

Syiah Menjawab, Kenapa Al-Qur’an diletakkan di atas kepala?

Tawasul Kitab Suci Al-Qur’an di kepala ? Mengapa dalam tawasul Al-Qur’an di malam al Qadr Kenapa Al qur’an diletakkan diatas Kepala? Apa maknanya ?ada sejarah nya ?

Berdasarkan sumber-sumber riwayat, perbuatan meletakkan al-Qur’an di atas kepala sudah dilakukan sejak zaman para imam as. Para imam as menyuruh para syiahnya untuk melakukan hal tsb pada malam2 lailatul qadar.(1) Bahkan di malam-malam selain itu untuk berdoa dan meminta hajat dari Allah SWT.

Secara global bisa dikatakan bahwa perbuatan-perbuatan sebagaimana amalan-amalan lainnya merupakan amalan dan tradisi keagamaan yang sudah diterima.

Adapun falsafah perbuatan tersebut secara global bisa dikatakan memiliki banyak sekali falsafah. Sebagai contoh membuka lembaran-lembaran mushaf Alquran dihadapan wajah, membaca doa & meletakan Quran di atas kepala, serta melafadkan 14 manusia suci sebagai wasilah (tawasul):

Penjelasan falsafah

Ketika kita berdoa kepada hadzrat Haq (Allah SWT), maka kita harus menyebutkan sebaik-bainya dan sedekat-dekatnya kekasih Allah SWT sebagai pemberi syafaat. Dan alangkah baiknya jika dihadapan Alquran kita bertawasul kepada Alquran dan orang-orang suci. Meletakan Alquran dan bertawasul kepada 14 manusia maksum; karena Alquran dan 14 manusia maksum memiliki keagungan & kemuliaan disisi Allah SWT. Demgan merendahkan diri dihadapan Alquran dan 14 maksum, sesungguhnya merupakan adab dan akhlak dihadapan Allah SWT. Selain sebagai perhatikan atas batas-batas kehambaan, dimana perbuatan tersebut telah diajarkan oleh para maksumin as.

Meletakan Quran diatas kepala, karena kepala adalah simbol dari diri, akal dan kecerdasan berfikir manusia. Dengan perantaraan Al-Quran & cahaya Al-quran, akal manusia menjadi kuat, sempurna, merendah, bercahaya, dsb. Maksudnya kita meletakan Alquran diatas kepala pada malam-malam suci adalah bahwa kita meletakan Alquran sebagai inti dan pokok dari semua urusan-urusan dan seluruh kehidupan kita dengan sifat-sifat Qurani.

Meletakan seluruh urusan kepada Alquran yakni meletakan segala hal, politik, sosial, budaya, ekonomi, dsb dengan Islam.

Adapun setelah itu kita menyebut satu persatu nama-nama suci 14 maksum as, artinya kita menyatakan bahwa mereka adalah mufasir dan penjelas Alquran. Karena itu, kita meletakan Alquran di kepala dan juga itrat Nabi as. Dan kepala merupakan bagian dari tubuh yang pokok dan mulia dari manusia.

Adapun dikatakan bahwa Alquran diturunkan (nuzul) pada malam lailatul Qadar, bukanlah seperti turunnya hujan. Ketika turunnya hujan, kita mengatakan bahwa Tuhan menurunkan hujan berarti melepaskan dan menurunkan air hujan. Namun nuzulul Quran berarti melemparkan, menurunkan dan menggantung, seperti melemparkan tali ke dalam lubang sumur. Tuhan berfirman bahwa Kami melemparkan tali dimana satu ujung ditanganKu dan ujung lainnya ditangan Kalian. Ambilah dan bergantunglah sehingga kalian naik keatas (dengan perantaraan tali-tali2 Allah SWT).

واعتصموا بحبل الله جمیعا

Bergantunglah dan raihlah tali-tali2 Ilahi.

Pada malam tersebut kita meminta kepada Allah untuk memaafkan segala dosa-dosa yang lalu, meminta supaya kita tidak menjadi ahli pendosa dan maksiat dan memperoleh takdir dan nasib yang baik di masa depan.

 

Footnote:

1.(محمد باقر مجلسی، بحار، نشر دار الاحیا التراث العربی، بیروت 1403 ق ج 88 ص346؛ و  حر عاملی، وسایل، نشر دار الاحیا التراث الربی، بیروت، 1412 ق، ج8، ص 136 و  سید ابن طاووس، اقبال، نشر دار الکتب الاسلامیه، تهران اعمال شب

 

 

Check Also

SIAPA YANG LAYAK MENYANDANG GELAR HAJI

  Ada 2,7 juta jamaah Haji, ada 8 juta jamaah Umroh tiap tahun Berapa biaya …

One comment

  1. Namron Ittakullah

    Rasulullah saw menyuruh pada malam2 lailatul qadr dengan memperbanyakkan ibadah pada waktu malam, qiamulail dan sebagainya bukan suruh menjunjung alquran atas kepala!….ini perbuatan orang2 yang keblinger walau apa pun alasannya….perbuatan meletakkan al-Qur’an di atas kepala adalah mengikut suruhan para imam Syiah dan tidak ada kaitannya dengan perintah Rasulullah saw! jangan bawak2 nama Rasulullah saw…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *